Rangkasbitung (Kemenag Lebak) — Kepala Seksi Bimas Islam Sudirman, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak menghadiri kegiatan Training of Trainers (TOT) dan Sertifikasi Nasional Mu’allim Qur’an dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (10/10/2026), bertempat di Aula Multatuli Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an (LPQQ) Kabupaten Lebak ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, meningkatkan kualitas dan standardisasi pengajar Al-Qur’an, serta mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai daerah yang mencintai Al-Qur’an melalui gerakan Lebak Cinta Qur’an.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, Dewan Pembina DPP LPQQ, Ketua Umum DPP LPQQ, Sekretaris Jenderal DPP LPQQ, Ketua DPD LPQQ Kabupaten Lebak, Ketua Pokjawas PAI Provinsi Banten, Ketua MUI Kabupaten Lebak, jajaran pengurus LPQQ Lebak, guru PAI, guru madrasah, guru mengaji, serta para pengajar TPA, TPQ, TKQ, majelis taklim, dan berbagai organisasi Muslim.
Dalam sambutannya, Sudirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan TOT dan Sertifikasi Nasional Mu’allim Qur’an yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan para pengajar Al-Qur’an sekaligus memperluas jangkauan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sudirman menjelaskan bahwa gerakan nasional LPQQ memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mengentaskan buta aksara Al-Qur’an dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.
Kedua, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru mengaji atau mu’allim. Menurutnya, upaya membangun masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an harus dibarengi dengan pembinaan, peningkatan kompetensi, dan perhatian terhadap kesejahteraan para pengajarnya.
Ketiga, menjadi wadah bagi para aktivis Muslim, santri, tokoh pesantren, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk bersinergi dalam mengembangkan dakwah Al-Qur’an. Gerakan ini diharapkan mengedepankan pendekatan bil hikmah wal mau’izhah hasanah, yakni berdakwah dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga menyoroti pentingnya perhatian bersama terhadap persoalan buta aksara Al-Qur’an. Ia menyebutkan angka 62,35 persen sebagai gambaran persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius secara nasional.
“Semoga dengan hadir dan berkembangnya LPQQ di Kabupaten Lebak, kita dapat bersama-sama mengentaskan buta aksara Al-Qur’an. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang merasa terlambat untuk belajar membaca Al-Qur’an, baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun para lansia,”ungkap Sudirman.
Ia berharap kegiatan TOT dan sertifikasi ini tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi dapat melahirkan para mu’allim dan guru PAI yang kompeten, profesional, serta mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan metode yang tepat dan mudah dipahami masyarakat.

Lebih lanjut, Sudirman mengajak seluruh unsur pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan gerakan Lebak Cinta Qur’an.
“Melalui sinergi dan komitmen bersama, kita berharap Kabupaten Lebak semakin dekat dengan Al-Qur’an, melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, serta mewujudkan masyarakat yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,”Pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Lebak sekaligus meningkatkan standar kompetensi para pengajarnya. Dengan demikian, gerakan Lebak Cinta Qur’an dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Humas : Beni

