Rangkasbitung (Kemenag Lebak) — Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) Provinsi Banten menggelar Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Pelepasan Purnabakti Pengawas PAI, Rabu (23/9/2026), bertempat di RM JSC Seafood, kawasan Waduk Karian, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Lebak, Badrusalam, Plt. Kasi Pais, Neng Eulis, Kasi Pendidikan Madrasah, Slamet, Ketua Pokjawas PAI Provinsi Banten, Ahmad Fathullah, serta para Pengawas PAI se-Provinsi Banten.
Selain menjadi forum lokakarya untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi pengawas dalam sistem penjaminan mutu PAI, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi sekaligus penghormatan kepada Pengawas PAI Kemenag Lebak yang memasuki masa purnabakti, yakni Hj. N. Yanti Sumiyati, S.Pd.I., M.Pd. dan Hj. Patimah Encoh, M.Pd.
Dalam sambutannya, Plt. Kasi Pais Kemenag Lebak, Neng Eulis, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh Pengawas PAI se-Provinsi Banten yang hadir di Kabupaten Lebak.
“Kami dari Kemenag Lebak merasa mendapat kehormatan dapat menyambut kedatangan Bapak dan Ibu Pengawas PAI se-Provinsi Banten di Waduk Karian, Kabupaten Lebak,”ujarnya.
Neng Eulis juga mengungkapkan kondisi Pengawas PAI di Kabupaten Lebak yang saat ini hanya berjumlah empat orang untuk melayani pembinaan di 28 kecamatan.
“Pengawas PAI di Kabupaten Lebak tinggal empat orang untuk 28 kecamatan. Ini manusia-manusia langka yang susah sekali,”ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengawas PAI.
Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pokjawas PAI dalam menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi tersebut, khususnya sebagai sarana untuk melakukan upgrade diri, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan mutu pendampingan terhadap guru PAI.
Sementara itu, Ketua Pokjawas PAI Provinsi Banten, Ahmad Fathullah, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Lebak, para kepala seksi, serta seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor, kepala seksi dan semuanya yang telah hadir. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa berkah buat kita semuanya,”tuturnya.
Ahmad Fathullah juga mengapresiasi kehadiran langsung Kepala Kantor Kemenag Lebak dan jajaran dalam kegiatan Pokjawas PAI. Menurutnya, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang memberikan perhatian langsung terhadap kegiatan para pengawas PAI.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fathullah juga mengingatkan kembali pentingnya prinsip 3M, yaitu Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan, dalam menjalankan tugas sebagai Pengawas PAI.
Prinsip melayani menempatkan pengawas sebagai pendamping yang responsif dalam membantu guru PAI menghadapi berbagai persoalan administratif maupun teknis pembelajaran. Prinsip melindungi diwujudkan dengan memberikan kepastian, rasa aman, serta memperjuangkan profesionalitas guru PAI sesuai regulasi. Sementara prinsip memberdayakan diarahkan untuk mendorong kemandirian, kreativitas, dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Selain 3M, pengawas PAI juga didorong menerapkan pendekatan 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit/Manfaat.
Melalui pelatihan, pengawas memberikan pendampingan dan penguatan kompetensi guru. Selanjutnya, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara produktif dalam proses pembelajaran. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan bagi peserta didik.
Integrasi prinsip 3M dan 3P menegaskan bahwa tugas pengawas PAI tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan administratif, tetapi lebih diarahkan pada proses pendampingan yang konstruktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lebak, Badrusalam, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana untuk memperoleh informasi mengenai berbagai regulasi dan kebijakan terbaru.
“Kegiatan ini dalam rangka silaturahmi dan mengetahui segala peraturan dan regulasi yang baru. Pertemuan ini insyaallah menjadi sarana berbagi informasi dari Kementerian Agama dan dinas, sehingga kebijakan yang diterapkan pemerintah dapat diinformasikan kepada guru-guru PAI dan menjadi pencerahan bagi anak-anak didik kita,”ungkap Badrusalam.
Badrusalam juga menyoroti keterbatasan jumlah Pengawas PAI dan Kepala KUA di sejumlah wilayah. Karena itu, ia mengajak para pengawas yang masih aktif untuk terus memberikan pendampingan dan arahan kepada guru maupun peserta didik sesuai dengan regulasi yang terus berkembang.
“Regulasi setiap tahun selalu berubah dan sekarang juga banyak menggunakan aplikasi. Untuk itu, mari kita manfaatkan tenaga yang masih bertugas untuk memberikan arahan kepada anak-anak didik kita sesuai regulasi yang baru,”katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarpengawas dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi.
“Selalu berkomunikasi, koordinasi dan belajar bersama sesama pengawas untuk menuntut ilmu. Pertemuan rutin dua bulan sekali ini sangat baik untuk menambah ilmu kepada kita semuanya,”ujar Badrusalam.
Badrusalam mengaku terharu dan bangga melihat konsistensi Pokjawas PAI Provinsi Banten yang melaksanakan pertemuan secara rutin setiap dua bulan. Ia berharap forum tersebut terus memberikan manfaat dan menjadi ruang berbagi ilmu bagi para pengawas, khususnya dalam memberikan pendampingan kepada guru PAI.
“Mari kita isi ilmu untuk umat dan menjadikan ilmu yang kita miliki sebagai ilmu yang bermanfaat bagi guru PAI dan anak-anak semuanya,”pesannya.
Disisi lain, Perwakilan purnabakti, N. Yanti Sumiyati, menyampaikan pesan dan kesan selama menjalankan tugas sebagai Pengawas PAI. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, serta kerja sama yang telah terjalin bersama para pengawas, guru PAI, dan keluarga besar Kementerian Agama.
Masa purnabakti, menurutnya, bukan menjadi akhir dari pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk tetap memberikan manfaat melalui pengalaman, ilmu, dan keteladanan yang telah diperoleh selama menjalankan tugas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para Pengawas PAI se-Provinsi Banten diharapkan terus memperkuat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, serta menjalankan tugas pendampingan secara profesional demi terwujudnya mutu Pendidikan Agama Islam yang semakin baik di Provinsi Banten. Humas







