Maja (Humas Kemenag Lebak) — Dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Sumi Hakim, mendapat undangan untuk mendongeng di SDIT Muslim Cendekia Maja, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Anak Sholeh dan Sholehah Disayang Allah” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada peserta didik sejak usia dini.
Melalui dongeng interaktif berjudul “Si Kecil yang Disayang Allah”, Sumi Hakim mengajak para siswa belajar memahami makna menjadi anak sholeh dan sholehah dengan cara yang menyenangkan, komunikatif, dan mudah dipahami. Cerita disampaikan melalui kisah dua kakak beradik bernama Salim dan Salimah yang memiliki kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam dongeng tersebut, Salim dan Salimah digambarkan sebagai anak-anak yang berusaha menjalankan lima kebiasaan utama, yaitu bangun pagi dan melaksanakan salat Subuh, menyayangi serta menghormati kedua orang tua, berkata jujur dan tidak berbohong, mencintai Al-Qur’an, serta menyayangi teman dan tidak melakukan perundungan atau bullying.
Untuk menciptakan suasana yang hidup, Sumi Hakim melibatkan siswa melalui berbagai pertanyaan, ajakan mempraktikkan takbir, membaca Surah Al-Ikhlas bersama, hingga menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui dialog interaktif. Para siswa juga diajak memahami bahwa menjadi anak sholeh dan sholehah tidak harus melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Sumi Hakim menekankan pentingnya membiasakan anak untuk menghormati orang tua, bersikap jujur, rajin beribadah, dekat dengan Al-Qur’an, serta peduli terhadap sesama. Menurut pesan yang disampaikan melalui dongeng tersebut, akhlak yang baik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia.
“Anak sholeh dan sholehah adalah anak yang rajin salat, sayang kepada Ibu dan Bapak, jujur, cinta Al-Qur’an, serta menyayangi teman-temannya. Anak yang baik tidak mengejek atau merundung temannya, tetapi saling membantu dan berbagi,” demikian pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan mendongeng tersebut.
Pada sesi penutup, Sumi Hakim mengajak seluruh siswa mengikrarkan “Lima Janji Anak Sholeh SDIT”, yakni berjanji melaksanakan salat lima waktu, menyayangi kedua orang tua, berkata jujur dan tidak berbohong, mengaji setiap hari, serta menyayangi teman dan tidak melakukan perundungan.
Ikrar tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan untuk memperkuat komitmen siswa dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan mendongeng dalam rangka Hari Santri 2026 ini, diharapkan semangat mencintai Allah SWT, mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, dan menjaga persaudaraan semakin tumbuh dalam diri para siswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi keagamaan yang kreatif bagi Penyuluh Agama Islam Kemenag Lebak dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama, pembinaan akhlak, dan penguatan karakter generasi penerus bangsa sejak dini, sejalan dengan semangat Hari Santri, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Humas : Beni

