Rangkasbitung (Kemenag Lebak) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Mitigasi Pagu Minus Belanja Pegawai Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini merupakan upaya pemetaan, evaluasi, dan pengendalian kebutuhan anggaran belanja pegawai hingga akhir tahun anggaran.
Kegiatan dihadiri Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Mokhamad Apipi, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lebak, Ajrum Firdaus, Katim Perencana Kanwil Kemenag Banten,Agus Suryana, serta para perencana Unit Sekretariat Jenderal Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
Dalam arahannya, Mokhamad Apipi menekankan pentingnya ketelitian dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran belanja pegawai. Menurutnya, mitigasi pagu minus harus dilakukan berdasarkan data yang akurat dan kondisi riil masing-masing satuan kerja agar potensi kekurangan anggaran dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Agus Suryana menyampaikan bahwa perencana memiliki peran penting dalam menganalisis kondisi anggaran dan menyusun proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun. Data dan proyeksi yang akurat diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan serta untuk memastikan kebutuhan belanja pegawai dapat dihitung secara tepat.
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lebak, Ajrum Firdaus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kebutuhan belanja pegawai di lingkungan Kemenag Lebak. Ia berharap hasil pemetaan dapat menghasilkan solusi konkret sekaligus menjadi bahan perbaikan dalam penyusunan perencanaan anggaran ke depan.
Kegiatan berlangsung secara koordinatif dan interaktif melalui pembahasan kondisi pagu belanja pegawai masing-masing satuan kerja. Melalui mitigasi ini, diharapkan pengelolaan anggaran belanja pegawai Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Banten dapat berjalan lebih tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Humas

