Maja (Humas Kemenag Lebak) — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru madrasah, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Asep Sucahya, melaksanakan kegiatan pendampingan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), sekaligus pengimbasan dan penguatan program Duta Gemini AI di Yayasan Pendidikan Islam Al Riyadhul Janah, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah serta seluruh dewan guru MTs dan MA Al Riyadhul Janah. Agenda utama kegiatan meliputi sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025, khususnya terkait penguatan implementasi kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam di lingkungan madrasah.
Dalam sesi pendampingan, peserta mendapatkan penguatan mendalam mengenai pentingnya mengintegrasikan KBC dan PM dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan proses belajar yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pembentukan karakter peserta didik. Sementara itu, Pembelajaran Mendalam mendorong terciptanya suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Integrasi kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan potensi peserta didik, serta menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Pengawas Madrasah Kemenag Lebak, Asep Sucahya, menegaskan bahwa perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh para pendidik saat ini.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan sentuhan hati dan pendekatan yang lebih humanis dalam mendidik. Guru madrasah harus mampu menghadirkan ruang kelas yang hangat, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,”tegas Asep Sucahya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar hasil dari pendampingan ini dapat langsung diimplementasikan secara nyata di dalam kelas dan membawa dampak positif bagi perkembangan peserta didik secara holistik.
“Harapan kami, seluruh guru MTs dan MA Al Riyadhul Janah tidak berhenti pada pemahaman konseptual saja, tetapi benar-benar menerapkannya dalam perencanaan hingga praktik mengajar sehari-hari. Mari kita wujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan ramah anak melalui sinergi kurikulum berbasis cinta serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengimbasan dan penguatan program Duta Gemini AI yang disampaikan oleh Rusmiati, Guru MA Al Riyadhul Janah yang mendapat amanah sebagai Duta Gemini AI Provinsi Banten. Dalam sesi ini, beliau berbagi pengetahuan dan praktik pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui Gemini AI sebagai sarana pendukung inovasi pembelajaran di madrasah.
Para guru memperoleh penguatan mengenai pemanfaatan Gemini AI untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran, mulai dari pengembangan tujuan pembelajaran, perencanaan kegiatan belajar, penyusunan strategi dan aktivitas pembelajaran, hingga pengembangan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu guru bekerja lebih efektif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah sesi praktik langsung oleh para peserta. Pada sesi ini, guru-guru MTs dan MA Al Riyadhul Janah mencoba memanfaatkan Gemini AI untuk menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dengan prinsip Pembelajaran Mendalam.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman langsung dalam menerapkan hasil pendampingan ke dalam perencanaan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Humas : Beni






