Pandeglang (Kemenag Lebak) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Badrusalam, menghadiri kegiatan Simulasi Peragaan Manasik Haji Anak Raudhatul Athfal (RA) Zona 5 dan 6, Selasa (6/10/2026), bertempat di KBIH Mulyajati, Cikole, Kabupaten Pandeglang.
Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah, Slamet, Ketua Pokjawas, Nuryahya, Ketua PD IGRA Kabupaten Lebak, Wawat Yuliawati, serta jajaran PC IGRA Kecamatan Banjarsari, Malingping, dan Wanasalam.
Ketua Panitia, Rosmawati, menyampaikan bahwa kegiatan Simulasi Peragaan Manasik Haji Anak RA Zona 5 dan 6 diikuti sebanyak 650 peserta dari 29 lembaga RA.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengenalkan Rukun Islam ke-5, Mengajarkan Kesabaran, Keikhlasan dan Kemandirian.”
Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan setelah pelaksanaan Simulasi Peragaan Manasik Haji Anak RA Zona 1, 2, 3, dan 4 yang telah dilaksanakan pada 29 September 2026 di Wisata Air Tirta Persada DM Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Lebak, Badrusalam, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan manasik haji bagi anak-anak RA. Menurutnya, simulasi manasik haji merupakan sarana edukasi yang sangat baik untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang salah satu rukun Islam, yaitu ibadah haji.
“Anak-anak kita melalui kegiatan ini dikenalkan dengan Rukun Islam yang kelima. Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang tua yang mungkin belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji,”ujarnya.
Badrusalam berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
“Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran yang berharga bagi anak-anak kita. Mari kita tanamkan sejak dini tentang ibadah haji, kesabaran, keikhlasan, kemandirian, dan pentingnya menjalankan ajaran agama,”katanya.
Ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak selama mengikuti kegiatan simulasi manasik haji.
“Kepada ibu dan bapak, mari kita dukung kegiatan ini agar anak-anak dapat mengikuti seluruh rangkaian simulasi dengan baik. Mudah-mudahan apa yang mereka pelajari hari ini dapat bermanfaat dan menjadi bekal bagi mereka di masa yang akan datang,”tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak, Slamet, menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji anak RA memiliki nilai edukatif yang penting dalam pembentukan karakter dan pengenalan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Menurutnya, melalui praktik secara langsung, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang tata cara ibadah haji, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, ketertiban, kebersamaan, dan kemandirian.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak lembaga RA sehingga pembelajaran keagamaan bagi anak usia dini semakin menarik dan bermakna.
Ketua PD IGRA Kabupaten Lebak, Wawat Yuliawati, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan Simulasi Peragaan Manasik Haji Anak RA dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pelaksanaan ibadah haji.
“Semoga anak-anak mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kegembiraan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan praktikkan hari ini mudah-mudahan menjadi pengalaman yang berkesan serta menanamkan kecintaan mereka terhadap ajaran Islam sejak dini,”ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak RA Kabupaten Lebak semakin mengenal Rukun Islam yang kelima serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter sabar, ikhlas, mandiri, disiplin, dan cinta terhadap nilai-nilai keislaman.
Humas : Beni










