Rangkasbitung (Kemenag Lebak) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lebak menggelar Diklat Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 1 Lebak, Sabtu (19/9/2026), bertempat di MIN 3 Lebak, Ciseke, Rangkasbitung. Kegiatan ini diikuti sebanyak 103 guru dari madrasah yang tergabung dalam KKM MIN 1 Lebak.
Kegiatan diklat bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya dalam pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di madrasah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Slamet, Ketua Pokjawas Kemenag Lebak Nuryahya, narasumber Suyono Kristiawan, Kepala MIN 1 Lebak Muhamad Ika, serta para peserta diklat.

Kepala MIN 1 Lebak, Muhamad Ika, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada guru dalam mengintegrasikan teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial ke dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara bijak dapat mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Kemenag Lebak, Nuryahya, mengapresiasi pelaksanaan diklat sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru. Ia berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di madrasah masing-masing. Menurutnya, teknologi hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menggantikan peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak, Slamet, menekankan pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia berharap penguasaan koding dan kecerdasan artifisial dapat mendukung terciptanya metode pembelajaran yang inovatif, dengan tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, Suyono Kristiawan memberikan pembekalan mengenai pembelajaran koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Melalui diklat yang diikuti 103 peserta tersebut, diharapkan kapasitas dan kesiapan guru madrasah semakin kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital serta mendorong pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan inovatif. Humas

