Cihara (Humas Kemenag) — Pengawas Madrasah Kecamatan Cihara, Gupron, terus mendorong penguatan kualitas pembelajaran melalui pembinaan langsung kepada guru di wilayah binaannya. Salah satunya dilakukan melalui workshop implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi madrasah binaan Zona 2 Kecamatan Cihara yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 guru yang berasal dari tiga madrasah di wilayah binaan Zona 2, yakni MI Nurul Huda Cipunaga, MI Darul Ulum Cijengkol, dan MI Daarunnadwah Cikopo.
Workshop menjadi ruang bagi para guru untuk memperoleh penguatan dalam memahami dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Melalui pembinaan tersebut, Gupron mendorong agar nilai-nilai cinta dapat dihadirkan dalam aktivitas pendidikan, sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya tentang menyampaikan materi pembelajaran, tetapi bagaimana guru mampu menghadirkan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan. Anak-anak perlu mendapatkan pembelajaran yang membuat mereka merasa dihargai, diperhatikan, sekaligus terdorong untuk menjadi pribadi yang baik,” ujar Gupron.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang humanis. Nilai-nilai cinta dapat diwujudkan melalui cara guru berinteraksi dengan peserta didik, memberikan pendampingan, serta membangun lingkungan belajar yang menumbuhkan kepedulian dan karakter positif.
“Guru harus menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang humanis. Karena itu, apa yang diperoleh dalam workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi benar-benar diterapkan di kelas sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing madrasah,” lanjutnya.
Ketiga madrasah tersebut masing-masing dipimpin oleh Ujang Misbahul Alam selaku Kepala MI Nurul Huda Cipunaga, Sudin selaku Kepala MI Darul Ulum Cijengkol, dan Mimin Rosmini selaku Kepala MI Daarunnadwah Cikopo.

Pembinaan yang dilakukan secara langsung di wilayah binaan diharapkan dapat membantu para guru memahami sekaligus menerapkan KBC dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat menjadi bagian dari budaya pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah Kecamatan Cihara terus memperkuat pendampingan terhadap madrasah binaan, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian, dan nilai-nilai kebaikan pada peserta didik.
Humas : Galuh Himawan Bisri

